Sanitasi
Masalah sanitasi memang perlu mendapat perhatian, dalam kondisi pasca gempa terutama di lokasi pengungsian tentunya tidak memiliki fasilitas yang memadai dalam mendukung proses sanitasi yang sehat, hal demikian tentunya dapat menimbulkan kerentanan baru warga yang dalam pengungsian, misalnya penyakit.
Untuk perumahan bantuan sosial, rata-rata jarak antara septic tank dan sumur gali berada dalam jarak ±10 m, untuk kondisi tanah yang berpasir seperti wilayah distrik Amberbaken ini, sangat memungkinkan resapan air dari septic tank ke sumur berlangsung cepat, apalagi dipengaruhi oleh gempa tektonik yang terjadi seperti sekarang ini.
Pemahaman terhadap kegunaan wc sebenarnya sudah ada, hanya saja pengetahuan tentang bagaimana membagun sebuah wc yang sehat belum baik sehingga warga hanya membuat sederhana saja tanpa memperhitungkan faktor kesehatan lainnya, terdapat sekurangnya 2 macam wc yang dijumpai di masing-masing kampung yaitu wc permanent (siram), dan wc cemplung, ada juga wc umum yang dibangun oleh pemerintah.
Banyaknya septic tank yang tidak tertutup dan dibiarkan terbuka juga menyebabkan kerentanan masyarakat terhadap penyakit akan meningkat , kondisi seperti ini berpotensi menimbulkan penyebaran penyakit menular misalnya diare, dll.
Hal lainnya adalah kebiasaan buang hajat, bagi yang tidak memiliki fasilitas mck di rumah biasanya dilakukan di pesisir pantai dan tepian sungai, tidak menutup kemungkinan ternak peliharaan mendatangi tempat itu dan memakan kotoran tersebut, perlu diperhatikan bahwa hewan peliharaan di perkampungan wilayah distrik Amberbaken biasanya dibiarkan terlepas atau tidak dikandangkan sehingga peluang untuk menyebarkan bibit penyakit kepada manusia juga cukup besar.
Penyakit kulit sering dijumpai bahkan dari kategori anak hingga orang dewasa menandakan bahwa kebersihan diri pribadi kurang terjaga, kebiasaan mandi yang tidak teratur atau pemahaman mengenai kebersihan diri pribadi yang kurang sehingga masyarakat tidak terbiasa melakukan hal ini sebagai hal yang tidak terlepas dari peri kehidupannya
Kondisi sanitasi yang dimiliki masyarakat paska gempa:
|
Distrik |
Kampung |
Sanitasi |
Jumlah |
Pemanfaatan |
|
Amberbaken |
Arupi |
WC siram, WC Cemplung Sungai |
1 5 |
Umum Pribadi Alternatif |
|
Wekari |
WC Siram WC Cemplung Sungai Pesisir Pantai |
3 |
Umum Pribadi Alternatif Alternatif |
|
|
Saukorem |
WC siram Sungai Pesisir Pantai |
50 |
Pribadi Alternatif Alternatif |
|
|
Wasarak |
Wc Siram Sungai Pesisir Pantai |
32 |
Pribadi Alternatif Alternatif |
|
|
Wefiani |
Wc Siram Sungai Pesisir Pantai |
|
Pribadi Alternatif Alternatif |
|
|
Sasui |
|
|
|
|
|
Imbuwan |
|
|
|
DIarsipkan di bawah: Uncategorized

